Seni Berdakwah Di Dunia Maya

[Oleh-oleh Seminar Internet Ethics, Ahad, 26 Januari 2014 di Ibnu Hajar Boarding School] pemateri : Ustadz Dr. Muhammad Arifin Baderi, MA.

Keramahan di Tengah Kepedihan Perang di Suriah

Sejak zaman jahiliyyah, bangsa Arab sudah dikenal sebagai bangsa yang suka memuliakan tamu. Hingga kini, ketika tim relawanPeduli Muslim datang ke Suriah negara yang penduduknya dari bangsa Arab.

Adab Makan Penuh Barokah (2)

Keenam: Tidak menjelek-jelekkan makanan yang tidak disukai.

Ketemu @wifi_id Tapi belum Memiliki username dan password?

Sebagai operator layanan telekomunikasi yang berkomitmen terhadap penyediaan akses Internet broadband bagi masyarakat Indonesia, PT. Telekomunikasi Indonesia telah mencanangkan program Indonesia Digital Network (IDN) yang didalamnya termasuk pembangunan fasilitas 1 juta wifi di seluruh Indonesia yang diberi nama Indonesia WiFi atau disingkat @wifi.id. Layanan....

Thursday, 26 May 2016

Syarah Hadits Arba'in An Nawawiyah Ke-5


الحديث الخامس
عَنْ أُمِّ المُؤمِنِينَ أُمِّ عَبْدِ اللهِ عَائِشَةَ - رَضِيَ اللهُ عَنْهَا - قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ: (مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ) رواه البخاري ومسلم، وفي رواية لمسلم (مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ)
من فوائد هذا الحديث:
  تحريم إحداث شيء في دين الله ولو عن حسن قصد، ولو كان القلب يرق لذلك ويقبل عليه، لأن هذا من عمل الشيطان.

Dari Ummul Mu’minin, Ummu Abdillah Aisyah Radhiallahuanha beliau berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda : Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan (berasal) darinya), maka dia tertolak. (HR Bukhori dan Muslim), dalam riwayat Muslim disebutkan: siapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama) kami, maka dia tertolak.
Pelajaran penting dari hadis ini :
Haramnya membuat perkara baru sedikitpun dalam agama Allah meskipun dengan niat baik meskipun hati mendapatkan ketenangan dan menerimanya. Karena ini termasuk perbuatan syaithan.

Referensi : Maktabah As syamilah (diamil dari kitab "Syarah Al-Arba'in An-Nawawiyah" – Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)
Penerjemah : Ustadz Yunusallan

Syarah Hadits Arba'in An Nawawiyah Ke-4


عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ المَصْدُوْقُ: (إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمَاً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ المَلَكُ فَيَنفُخُ فِيْهِ الرٌّوْحَ، وَيَؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَالله الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنََّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلاذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَايَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا)  رواه البخاري ومسلم.

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud Radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan: Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara: menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan celaka atau bahagianya. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli syurga hingga jarak antara dirinya dan syurga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli syurga maka masuklah dia ke dalam syurga. (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Pelajaran penting dari hadis ini :
1. Santunnya penuturan Abdullah bin mas'ud Radhiallahu Anhu, kalimatnya bagaikan keluar dari lentera kenabian. Kalimat yang sejuk dan baik.
2. Hendaknya seseorang memastikan kebenaran sebuah berita dengan berbagai sarana dan media yang mengantarkan kepada kepastian berita tersebut.
3. Kebenaran sebuah berita dari indikasi yang nampak padanya. Sebagaimana ucapan Abdullah bin mas'ud  Radhiallahu Anhu : " Dan dia (Nabi Muhammad) adalah orang yang jujur lagi terpercaya ".
4. Seorang manusia di rahim ibunya mengalami fase penciptaan seperti yang dijelaskan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.
5. Awal mula yang terjadi adalah dalam bentuk sperma dalam kurun waktu 40 hari.
6. Ada hikmah Allah Azza Wa Jalla dalam proses berkembangnya janin dari fase sperma menjadi segumpal darah.
7. Pentingnya keberadaan darah dalam kelangsungan hidup manusia. Ilustrasinya adalah : asal mula anak cucu Nabi Adam setelah sperma menjadi segumpal darah (al-'alaqoh), dan al-'alaqoh adalah darah. Oleh karena itu apabila darah dikeluarkan sampai habis maka binasalah seorang manusia.
8. Fase ketiga adalah bentuk segumpal daging. Dalam fase inilah kelak akan tercipta segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna kejadiannya dengan penjelasan dari Al-quran, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata'alaa - yang artinya - : " Kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna kejadiannya "  (Al-hajj : 5)
 9. Peniupan ruh terjadi setelah sempurna 4 bulan, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam : " Kemudian diutus Malaikat, lalu ditiupkan ruh kepada janin tersebut ".
10. Penjagaan Allah Subhanahu Wata'alaa atas makhluk-Nya, di mana menjadikan Malaikat pelindung mereka pada saat berada di rahim ibu. Dan memerintahkan Malaikat dengan tugas tertentu ketika sudah saatnya mereka keluar dari rahim ibu melihat dunia dan Malaikat lainnya jika mereka telah meninggal dunia. Ini semua menunjukkan penjagaan Allah Subhanahu Wata'alaa atas kita.
11. Ruh berada di dalam jasad setelah ditiup oleh Malaikat, namun kita tidak mengetahui caranya. Ini ibaratkan firman Allah Subhanahu Wata'alaa - yang artinya - : " Dan Maryam binti 'imran yang menjaga kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ciptaan Kami " (At-tahrim : 12).
Namun kita tidak mengetahui bagaimana caranya ? Karena hal ini termasuk perkara ghaib.
12. Ruh adalah jasmani karena ia ditiupkan dan bersatu dengan tubuh.
13. Para Malaikat Alaihimus Salam adalah hamba yang mendapat perintah dan larangan, berdasarkan sabda Nabi : " kemudian diperintahkan dengan 4 perkara ". Sedangkan yang memerintahkan adalah Allah Azza Wa Jalla.
14. 4 perkara ini tertulis atas manusia : rizki, ajal, amal, dan kehidupannya baik penderitaan maupun kebahagiaan. Namun apakah berarti dengan ini semua kita tidak melakukan sebab (tidak berusaha) yang akan mendatangkan rizki ?
Jawabannya adalah justru kita harus berusaha, apapun yang kita lakukan adalah bagian dari sebab datangnya rizki.
15. Para Malaikat memiliki tugas di antaranya adalah menulis
16. Manusia tidak mengetahui apa yang ditulis atasnya, oleh karena itu manusia diperintahkan untuk berusaha mendapatkan apa yang bermanfaat bagi dirinya. Dan ini perkara yang tidak dapat dielakkan lagi.
Kita semua tidak mengetahui apa yang tertulis, namun kita diperintahkan untuk berusaha mendapatkan apa yang bermanfaat dan meninggalkan semua yang memadharatkan.
17. Akhir kesudahan anak cucu Adam kembali kepada dua perkara :
Menderita atau bahagia. Allah Subhanahu Wata'alaa berfirman - yang artinya - : " Di antara mereka ada yang hidup menderita ada juga yang hidup bahagia " ( Hud : 105 ).
Dan firman-Nya - yang artinya - : " Dialah yang menciptakan kalian, di antara kalian ada yang menjadi kafir namun ada juga yang menjadi mukmin " ( At-taghobun : 2 ).
Referensi: Al Maktabah Asy Syamillah

Penerjemah : Yunusallan

Tuesday, 24 May 2016

100 NASEHAT UNTUK PARA REMAJA (2)

‏( 2 ‏) ﺍﻋﻠﻢ ﺃﻥ ﻧﻮﺍﻗﺾ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻋﺸﺮﺓ ﻫﻲ :

Ketahuilah wahai para remaja, bahwa yang membatalkan keislaman seseorang ada 10 macam, yaitu; 

* ﺍﻟﺸﺮﻙ ﻓﻲ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﺍﻟﻠﻪ .

1. Berbuat kesyirikan dalam beribadah kepada Allah 

* ﺍﺗﺨﺎﺫ ﺍﻟﻮﺳﺎﺋﻂ ﻣﻦ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺪﻋﻮﻫﻢ ﻭﻳﺴﺄﻟﻬﻢ ﺍﻟﺸﻔﺎﻋﺔ .

2. Menjadikan wasilah selain Allah dalam berdoa dan meminta syafaatNYA 

* ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﻜﻔﺮ ﺍﻟﻤﺸﺮﻛﻴﻦ ، ﺃﻭ ﺷﻚ ﻓﻲ ﻛﻔﺮﻫﻢ ، ﺃﻭ ﺻﺤﺢ ﻣﺬﻫﺒﻬﻢ .

3. Siapa saja yang tidak mengkafirkan orang musyrik, atau dia ragu mengenai kekufuran mereka, atau membenarkan madzhab mereka. 

* ﻣﻦ ﺍﻋﺘﻘﺪ ﺃﻥ ﻏﻴﺮ ﻫﺪﻱ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻛﻤﻞ ﻣﻦ ﻫﺪﻳﻪ ﻛﺎﻟﺬﻱ ﻳﻔﻀﻞ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻄﻮﺍﻏﻴﺖ ﻋﻠﻰ ﺣﻜﻤﻪ .

4. Siapa saja yang berkeyakinan bahwa selain petunjuk Naby adalah lebih sempurna dari petunjuknya, seperti orang yang menganggap hukum thaghut lebih baik.

* ﻣﻦ ﺃﺑﻐﺾ ﺷﻴﺌﺎً ﻣﻤﺎ ﺟﺎﺀ ﺑﻪ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ .

5. Siapa saja yang memebenci apa yang datang dari rasul shalallahu alaihi wasalaam

* ﻣﻦ ﺍﺳﺘﻬﺰﺃ ﺑﺸﻲﺀ ﻣﻦ ﺩﻳﻦ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻭ ﺛﻮﺍﺑﻪ ﺃﻭ ﻋﻘﺎﺑﻪ .

6. Siapa saja yang mengejek, mencemooh dengan sesuatu yang berasal dari ajaran Naby atau balasannya dan hukumannya. 

* ﺍﻟﺴﺤﺮ ﻓﻤﻦ ﻓﻌﻠﻪ ﻭﺭﺿﻲ ﺑﻪ ﻛﻔﺮ .

7. Melakukan dan mendalami sihir, siapa saja yang melakukannya dan ridha denganya maka telah kufur. 

* ﻣﻈﺎﻫﺮﺓ ﺍﻟﻤﺸﺮﻛﻴﻦ ﻭﻣﻌﺎﻭﻧﺘﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ .

8. Mempromosikan atau menampakan orang-orang musyrik dan membantu mereka memerangi kaum Muslimin. 

* ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﺃﻥ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻳﺴﻌﻪ ﺍﻟﺨﺮﻭﺝ ﻋﻦ ﺷﺮﻳﻌﺔ ﺍﻹﺳﻼﻡ .

9. Mempunyai keyakinan bahwa sebagian manusia telah keluar dari syarit Islam 

* ﺍﻹﻋﺮﺍﺽ ﻋﻦ ﺩﻳﻦ ﺍﻟﻠﻪ .

10. Menolak agama Allah 

ﻓﺎﺣﺬﺭ – ﺃﺧﻲ ﺍﻟﺸﺎﺏ – ﺃﺷﺪ ﺍﻟﺤﺬﺭ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻨﻮﺍﻗﺾ ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﻨﻔﻊ ﻣﻌﻬﺎ ﻋﻤﻞ .

Maka hati-hatilah wahai para remaja, Sekali lagi hati-hatilah kalian dari hal-hal yang membatalkan Islam kalian. Karena jika ada pada  kalian, maka tidak akan bermanfaat amal kalian jika masih ada didlm diri kalian sifat-siifat tersebut.

Sumber : https://saaid.net/rasael/73.htm

Penerjemah : Abinya Rozan

100 NASEHAT UNTUK PARA REMAJA (1)

 ﺍﻋﻠﻢ - ﺃﺧﻲ ﺍﻟﺸﺎﺏ - :

Ketahuilah wahai saudaraku para remaja 

ﺃﻥ ﻛﻠﻤﺔ ﺍﻟﺘﻮﺣﻴﺪ )) ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ (( ﻻ ﺗﻨﻔﻊ ﻗﺎﺋﻠﻬﺎ 

ﺇﻻ ﺑﺸﺮﻭﻁ ﺛﻤﺎﻧﻴﺔ ﻫﻲ :

Bahwanya kalimat tauhid ( LAA ILAAHA ILALLAAH) tidak akan bermanfaat bagi yang mengucapkannya kecuali memenuhi 8 syarat, yaitu: 

* ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻲ ﻟﻠﺠﻬﻞ .

1. Berilmu dengannya sehingga hilang  kejahilan 

* ﺍﻟﻴﻘﻴﻦ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻲ ﻟﻠﺸﻚ .

2. Yakin dengannya sampai hilang keraguan 

* ﺍﻹﺧﻼﺹ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻲ ﻟﻠﺸﺮﻙ .

3. Ikhlash sampai hilang kesyirikan 

* ﺍﻟﺼﺪﻕ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻲ ﻟﻠﻜﺬﺏ .

4. Membenarkan sampai meniadakan mendustakan 

* ﺍﻟﻤﺤﺒﺔ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻴﺔ ﻟﻠﺒﻐﺾ .

5 Cinta sampai menghilangkan kebencian 

* ﺍﻻﻧﻘﻴﺎﺩ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻲ ﻟﻠﺘﺮﻙ .

6. Mematuhinya sampai hilang sikap meninggalkannya 

* ﺍﻟﻘﺒﻮﻝ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻲ ﻟﻠﺮﺩ .

7. Menerima sehingga menghilangkan penolakan 

 * ﺍﻟﻜﻔﺮ ﺑﻤﺎ ﻳُﻌﺒﺪ ﻣﻦ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻠﻪ .

8. Mengingkari semua sesembahan selain Allah 

ﻓﺎﺣﺮﺹ – ﺭﻣﻚ ﺍﻟﻠﻪ – ﻋﻠﻰ ﺗﺤﻘﻴﻖ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺸﺮﻭﻁ ﻭﺇﻳﺎﻙ ﻭﺍﻟﺘﻔﺮﻳﻂ ﻓﻲ ﺷﻲﺀ ﻣﻨﻬﺎ .

Maka bersemangatlah, semoga Allah memudahkanmu dalam merealisasikan syarat- syarat ini dan hati- hatilah terhadap sikap melampaui batas dengannya.

Penerjemah : Abinya Rozan

Sumber : https://saaid.net/rasael/73.htm

http://lajnahamalshaleh.com/artikel-detail-100-nasehat-untuk-para-pemuda-(1)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More